PROFIL

YUDHA
ADHYAKSA

Adalah Coach Bisnis Syariah – Profesional yang telah menerbitkan Buku Kunci Hijrah dan Berilmu Sebelum Berbisnis, serta menghijrahkan bisnis ratusan pengusaha di 5 negara (Jerman, Qatar, Brunei Darussalam, Oceania, dan Indonesia). Dia pun telah membantu konversi proyek Developer menjadi syar’i dan profesional di 7 kota seluas 129 ha.

Ia pernah meraih gelar CDCS (Certified Documentary Credit Specialist) – The London Institute of Banking & Finance (hanya 600 orang di dunia ketika itu) dan Level 4 – Badan Sertifikasi Manajemen Resiko. Ia adalah orang di balik 38 proyek besar Bank lintas Negara bertujuan “Good Corporate Governance (GCG)” 

MAU TAU KISAH HIJRAHNYA? DARI BENCI JADI CINTA

Peristiwa itu terjadi 1 bulan sebelum saya sekeluarga berangkat ke Singapura. Untuk pertama kalinya istri saya menyampaikan ‘haram bekerja di Bank’.

Saya tidak mau percaya apa yang saya dengar. Profesi yang saya jalankan ini sebuah dream job dan bahkan sedang menuju puncak karir maka akal menolak keras.

“Bagaimana mungkin Bank yang memiliki perjanjian Kredit begitu transparan, dianggap riba?. Riba itu kalau rentenir yang melakukannya, karena tidak jujur dan membuat perjanjian yang menipu konsumennya.”

 

Sejak itu terus terjadi diskusi panjang dengan istri karena saya ngotot mempertahankan pendapat bahwa Bank itu tidak riba! Belakangan saya baru tahu kalau persoalan perjanjian Kredit tidak jujur mengarah ke upaya penipuan dan dosanya adalah kezaliman, tidak ada hubungan sama sekali dengan riba.

Selain itu, SAT agak sederhana dan tidak berpusat tepat pada program sekolah tinggi yang membahas generator penulis esai. Seringkali murid akan menunda-nunda, menghindari karir yang menantang dalam memulai sebuah makalah sampai waktunya habis, yang mengarah ke komposisi yang sangat baik dan nilai yang lemah. Murid Asia di AS umumnya mengungguli siswa lain karena mereka meningkat dengan nilai pengajaran dan pemahaman yang kuat. Biasanya, siswa dalam kursus Bahasa sekolah yang cukup besar saling mengenal, beberapa selama beberapa tahun.

Sesampainya di Singapura, saya pun menikmati posisi baru sebagai Manajer Bank level Asia. Tugas baru ini mengharuskan saya mengawasi Operational Risks cabang Bank di 7 negara. Enaknya keliling berbagai Negara telah saya rasakan antara lain menginap di hotel bintang 5, pesawat Business Class Singapore Airlines, asuransi hampir tak terbatas, tunjangan dinas ratusan US Dollar… itu semua sudah menjadi hal biasa diluar gaji pokok ribuan SGD Dollar dan tinggal di Kondominium mewah.

“Tapi disaat bersamaan hati ini kok terasa hampa ya? Mengapa segala yang saya kerjakan seolah-olah tidak ada artinya?” 

Segala kemewahan dunia yang didapat tak bisa menyenangkan hati ini. Perlahan-lahan pikiran mengakui ini pekerjaan salah karena haram. Lalu saya putuskan kembali ke Indonesia dan hijrah menjadi Developer Properti Syariah.

Selama hijrah saya perdalam ilmu bisnis syariah, menjadi Koordinator Komunitas dan Kepala Divisi Asosiasi dengan total puluhan ribu anggota.

 
Dari pengalaman ini saya mengamati beberapa fenomena hijrah:

Situasi ini berbanding terbalik sebelum hijrah. Dulunya mereka hebat karena bekerja di perusahaan besar bersistem excellent, didukung pelatihan world class  dan budaya kerjanya militan. Tapi setelah  berbisnis, kehebatannya sirna karena semua itu tidak ada, yang ada hanyalah semangat hijrah. Ilmu pelatihan bisnis yang bagus  terlalu  mahal sehingga  sulit  dijangkau. Apalagi  masih harus membayar cicilan utang riba.

 

Miris….

Dengan niat ingin mengubah situasi, saya memberanikan diri untuk mengikuti banyak workshop bisnis berbayar baik syar’i maupun profesional. Dan sekarang, saya mendirikan HIJRAH ACADEMY untuk membagikan kembali ilmu dan pengalaman saya kepada orang hijrah, karena jauh dilubuk hati terdalam saya ingin membuktikan Bankir riba bisa sukses berbisnis. Agar mereka bisa mandiri dan tidak akan kembali kerja ribawi.

 

Lucu ya. Dari pembenci riba menjadi pecinta syariat

Saya percaya masalah pengusaha baik dari orang hijrah maupun pengusaha umum tidak bisa diselesaikan dengan modal uang saja. Yang lebih mereka butuhkan adalah ilmu yang tepat sesuai skala bisnisnya agar berkembang sekaligus membawa pemiliknya ke surga.

Salam hijrah !

Ilmu-ilmunya didapat dari

ILMU FIQH MUAMALAH

ILMU PROFESIONAL

Semua ilmu diatas dibagikan kembali kepada orang hijrah, karena jauh di lubuk hati terdalam, Ia ingin membuktikan mantan bankir riba bisa sukses beisnis.

“Semoga upaya menyebarluaskan ilmu syariat serta profesional global ini bisa menjadi solusi rill mengentaskan banyak orang dari pekerjaan & bisnis haram.”